Sunday, 29 September 2013

Memetakan Kembali Jagoan Merek Tanah Air

Sebagai negara yang terus tumbuh ekonominya, Indonesia menjadi pasar yang potensial sehingga kini telah banyak bermunculan merek-merek yang meramaikan jagad pasar negeri ini. Tak pelak, persaingan merebut hati konsumen untuk menggunakan produk atau jasanya kian kompetitif. Indonesia Best Brand Award (IBBA) kembali memetakan jawara merek di bidangnya.

Wajar, jika dalam persaingan, ada yang menang sebagai leader di bidangnya dan ada yang kurang beruntung dalam pencapaian marketnya bahkan ada pula yang belum sempat merasakan masa kejayaan. Tentulah kejadian-kejadian itu, menunjukan bahwa setiap merek harus bisa survive di pasaran. Kendatipun demikian, tidak lantas kemudian merek-merek yang unggul hanya berdiam diri dan menikmati masa jayanya, justru di posisi tersebut harus tetap waspada dengan melakukan inovasi-inovasi baru sesuai dengan kebutuhan para konsumen. Ya, artinya merek-merek itu harus bertarung mati-matian guna mempertahankan dan bahkan menancapkan secara kuat eksistensinya di pasar yang makin mapan. Sudah barang tentu, diperlukan racikan strategi yang mampu mengukuhkan merek seperti kekuatan channel, pricing strategy, strategi promosi, serta harus berjalan secara simultan dan terintegrasi.

Namun, perlu diingat juga bahwa konsumen saat ini berbeda, mereka cenderung lebih aktif menggali informasi terkait produk atau jasa yang ditawarkan melalui internet, media sosial, dan kawan-kawan dekat mereka yang telah menggunakan produk tersebut. Akan tetapi, faktor terbesar yang memengaruhi konsumen untuk menggunakan produk maupun layanan jasa adalah rekomendasi dari teman-temannya. Dan tentunya jika produk maupun jasa yang ditawarkan kurang berkenan di hati konsumen, maka tidak segan-segan konsumen bersikap apatis atau bahkan menyerang citra perusahaan supaya terkesan tidak bagus di mata masyarakat luas. Untuk itu, perusahaan harus sigap bilamana ada komplain dari konsumen.

Hal inilah yang tentu saja menarik perhatian bagi para produsen untuk memetakan posisi kejayaan mereka saat ini. Majalah SWA melalui IBBA yang telah digelar selama 12 tahun memetakan kembali posisi-posisi gemilang merek favorite masyarakat di tahun ini. Masih bekerjasama dengan Mars – lembaga riset marketing, dalam survei yang dilakukannya menunjukan merek-merek mapan umumnya adalah jawara yang tidak tergantikan. Bahkan banyak di antara merek-merek tersebut menyabet Golden 3-4 kali berturut-turut atau Platinum. Di tahun yang sama pula, IBBA  telah menorehkan sejarah untuk merek-merek yang berhasil meraih Double Platinum karena telah 10 kali berturut-turut menjadi yang terbaik dalam bidangnya. Seperti Jamu Tolak Angin Sido Muncul untuk kategori obat masuk angin, BRI masuk pada kategori bank umum, dan kategori semen yakni Tiga Roda.

Selain itu, ada juga dikategori Plastik Food Grade PolyEthelene (PE) yang diraih oleh merek Tomat. Merek yang dimiliki oleh PT. Pancabudi ini telah bergerak di bidang kantongan plastik sekitar 30 tahun dan telah berkembang menjadi salah satu pemimpin pasar di sektornya dengan selalu memprioritaskan kepuasan pelanggan sebagai dorongan bisnis. Selain merek Tomat yang menjadi jawara, merek Wayang pun juga menjadi leader pada kategori Plastik Food Grade PolyPropelene (PP). Merek Wayang ini merupakan produk lain dari PT. Pancabudi. Sehingga praktik strategi penguatan merek pun hampir sama perlakuannya dengan merek Tomat, meskipun ada sedikit perbedaan dari kedua merek tersebut.

Selain itu, dari kategori televisi berbayar ada Indovision yang menjadi jawara dari empat kompetitornya yang masuk pada jajaran kandidat pemenang di sektor ini. Jika melihat track record perusahaan yang telah berdiri 20 tahun ini, Indovision memang secara konsisten menghadirkan saluran informasi edukatif dan berkualitas kepada seluruh masyarakat Indonesia. Didukung dengan teknologi digital yang ditransmisikan melalui Satelit Indostar-2, menjadikan beragam tayangan televisi baik program dalam negeri maupun program luar negeri, mampu disimak dan dinikmati dengan baik oleh jutaan keluarga di seluruh wilayah Nusantara. Sehingga tak diragukan lagi jika Indovision mampu menjadi leader dalam bidangnya.

“Selain itu, berbagai aktifitas yang melibatkan pelanggan merupakan salah satu dari beragam cara untuk meningkatkan loyalitas para pelanggan kami. Selain itu, penambahan kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia yang saat ini sudah berjumlah 85 cabang (termasuk Jakarta) yang beroperasi dan akan terus menambah cabang-cabang lainnya sehingga memudahkan para pelanggan untuk menyampaikan keluhan,” terang Vice President Director PT MNC Sky Vision Tbk, Handhi S. Kentjono.

Itulah beberapa merek-merek yang memiliki prosentase pasar yang dominan sehingga tidak bisa di tepis jika mereka mampu menggelembungkan pasar atau menjadi market leader di sektornya versi survei IBBA. Tentunya, membangun merek agar lebih unggul maupun mempertahankannya diperlukan proses yang berkelanjutan. Maka dari itu, dengan hasil survei ini setidaknya mampu menunjukan keadaan pasar saat ini dan mempersiapkan strategi baru untuk tantangan pasar yang lebih kompetitif lagi.

No comments:

Post a Comment