Saat ini dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet di Indonesia, memiliki dampak yang besar terhadap pergeseran bisnis, yaitu mulai dari cara beriklan, cara jual beli, cara berinteraksi antarmanusia, dan sebagainya. Menjamurnya tingkat pemakai internet di Indonesia saat ini menjadikan berbelanja online salah satu pilihan yang tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Pada dasarnya, bagi pihak konsumen, e-commerce dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang yang diinginkan.
Selain itu, harga barang-barang yang dijual biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional. Walaupun tidak membeli secara online, konsumen dapat memperoleh banyak informasi penting yang diperlukan untuk memilih sampai memutuskan suatu produk yang akan dibeli.
Thursday, 30 May 2013
Sunday, 19 May 2013
Geliat Industri Kesehatan Bangun Reputasi
Laju pertumbuhan industri kesehatan kian berkembang pesat. Barisan pemain baru ditingkat ini pun mulai bermunculan. Hal ini berdampak pada giatnya perusahaan-perusahaan di bidang industri kesehatan yang sudah memikirkan reputasi perusahaan.
Tidak bisa dipungkiri lagi, reputasi perusahaan mempunyai makna penting bagi industri kesehatan yang semakin marak saat ini untuk mengajak pelanggan tetap loyal terhadap produk maupun layanannya. Di sisi lain, dengan reputasi yang semakin baik merupakan salah satu aspek penting sebagai pemasaran secara langsung maupun tidak langsung.
Tidak bisa dipungkiri lagi, reputasi perusahaan mempunyai makna penting bagi industri kesehatan yang semakin marak saat ini untuk mengajak pelanggan tetap loyal terhadap produk maupun layanannya. Di sisi lain, dengan reputasi yang semakin baik merupakan salah satu aspek penting sebagai pemasaran secara langsung maupun tidak langsung.
Wednesday, 8 May 2013
Masih Butuh Kamar Pasien
Dahulu mungkin bisnis rumah sakit tak banyak dilirik oleh para pengusaha di negeri ini. Baru di 2005, bisnis ini mulai dilirik untuk diseriusi. Jika sebelum tahun 2005 jumlah rumah sakit (RS) tak sampai 1.000, saat ini sebanyak 2.103 RS beroperasi di negeri ini, mayoritas adalah milik swasta yang berorientasi pada profit. Misalnya saja, Lippo Karawaci Group. Dari berbagai bidang usahanya, menurut data yang diperoleh, perusahaan tersebut mendapatkan profit yang luar biasa dari usahanya di bidang rumah sakit.
Anjari Umarjianto, Juru Bicara Pehimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), satu tempat tidur di RS untuk 1.000 penduduk, artinya Indonesia masih kekurangan 40 ribu tempat tidur di RS. Uniknya, kekurangan tersebut justru terjadi di wilayah-wilayah potensial seperti Lampung Jawa Barat, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Tertarikkah?
Anjari Umarjianto, Juru Bicara Pehimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), satu tempat tidur di RS untuk 1.000 penduduk, artinya Indonesia masih kekurangan 40 ribu tempat tidur di RS. Uniknya, kekurangan tersebut justru terjadi di wilayah-wilayah potensial seperti Lampung Jawa Barat, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Tertarikkah?
Subscribe to:
Comments (Atom)