Sunday, 25 July 2010

Bangga Pernah jadi Bagian dari Tropiz


Selamat atas kemenangan Tropiz band sebagai juara 1 dengan mendapatkan uang sebesar 15 juta rupiah dalam ajang Sprite De Plong 2010 di Purwokerto. Keep The Good Work, Guys! And I keep my fingers crossed for Tropiz!



 Dari kiri ke kanan; Adit (Keyboard), Puji (Guitar), 
Sendy (Drum), Ojan (Bass), Husni (Vocal).
Formasi tahun 2006.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi aku. Walaupun sudah 4 tahun aku resign dari Tropiz. Memang aku akui kemajuan Tropiz benar-benar pesat. Dimulai dari asal ikut festival musik ecek-ecek sampai yang bertaraf Jawa Tengah. Bahkan se-Indonesia. Tidak bisa dihitung lagi tropy-tropy yang didapatkan oleh Tropiz sampai sekarang ini. Tropiz sendiri dirintis sejak aku SMA. Aku, Anto, Puji, Arif, Sendy. Itulah kami, Tropiz. Sejalan dengan bergulirnya waktu membuat formasi itu berganti. Dengan keluarnya Arif, masuklah Jefri sebagai penggantinya. Begitu pula Adit yang juga ikut bergabung. Dengan dukungan oleh para musisi Tegal, perlahan-lahan Tropiz mulai mendedikasikan dirinya untuk selalu mendapatkan penghargaan di setiap ajang festival musik.
Lengkaplah sudah Tropiz. Aroma rock yang kental beserta nuansa etnic sebagai bumbu menjadi positioning tersendiri bagi Tropiz saat itu. Namun, sekitar 1 tahun karier Tropiz yang sedang cemerlang, terdapat kemelut yang terjadi di dalam tubuh Tropiz. Keluarnya Jefri sebagai vokal, membuat Tropiz kelimpungan untuk mencari vokalis baru. Usaha untuk mencari vokalis baru pun dimulai. Mungkin pada masa itu, bisa dikatakan setiap hari kami selalu tukar pendapat tentang orang yang kira-kira akan kami ajak untuk bergabung dengan Tropiz. Pada saat itu di tengah goyahnya Tropiz, entah darimana tiba-tiba datang Husni sang mantan vokalis dari Breeze band menawarkan diri untuk menjadi bagian dari Tropiz. Dengan tangan terbuka kami langsung menerima Husni sebagai vokalis Tropiz. Kenapa kami langsung menerima Husni? Karena Husni mempunyai karakter vokal yang berbeda. Didukung dengan berbagai awards yang pernah ia raih sebagai the best vokal se-Jawa Tengah selama ia berada di bandnya yang terdahulu. Akhirnya, Tropiz pun kembali meramaikan jagad musik Tegal.
Selang satu tahun Husni bergabung di Tropiz, Tropiz sudah melakukan rekaman dengan single lagunya yang berjudul “Selalu Menunggumu”. Lumayan, setidaknya dengan recording itu Tropiz tidak dijuluki hanya bisa mengaransemen lagu orang. Tapi, membuat lagu sendiri. Di tahun 2006, cobaan pun menghampiri Tropiz. Aku menyatakan kepada teman-teman Tropiz bahwa aku ingin keluar. Hal ini aku lakukan karena tuntutan melanjutkan pendidikan di Kota Budaya. Karena dengan alasan itu, teman-teman pun memakluminya. Teman-teman Tropiz pun juga begitu, sebagian dari mereka harus melanjutkan pendidikan. Walaupun mereka notabene adalah pemain band. Bagi mereka, pendidikan tetap diunggulkan. Namun, rata-rata dari mereka melanjutkan kuliah di kota Semarang. Tidak terlalu jauh dari Tegal. Mungkin, hanya butuh waktu dua jam untuk pergi-pulang Tegal ke Semarang. Berlainan dengan aku, yang kira-kira butuh waktu 6 Jam dari Tegal ke Solo. Akhirnya, posisiku sebagai pencabik bass yang pas-pas an di Tropiz digantikan oleh Krisna. Krisna juga salah satu mantan personil dari Breeze band. Kini berbagai macam acara festival, Tropiz selalu menyabet juara 1. Dan kabarnya komposisi dalam aransemen setiap lagu yang dibawakan Tropiz semakin meningkat drastis.

Sudah hampir satu tahun belakangan ini, aku tidak pernah menjumpai batang hidung mereka ketika aku pulang. Hanya bisa berkomunikasi melalui Facebook saja. Namun, tadi malam tepatnya tanggal 6 Juli 2010, ada SMS masuk yang mengabarkan bahwa Tropiz berhasil menjuarai di ajang kompetisi band yang disponsori oleh Sprite De Plong dengan membawa uang 15 juta rupiah. Selepas aku membaca SMS itu dalam hatiku, aku merasa beruntung. Setidaknya, aku bangga pernah menjadi bagian dari Tropiz.:)! Maju terus Tropiz!hehe..

No comments:

Post a Comment