Tuesday, 6 April 2010

Maaf, Gak bisa Ditahan...


Cerita yang kutulis ini, berdasarkan dari apa yang diceritakan oleh kakaknya. Dia adalah Yusro, salah seorang pemuda di kampungku. Seorang anak laki-laki nomor empat dari enam bersaudara. Tinggi, hitam, gemesan, konyol, dan agak jorok. Hehehe... Walaupun seperti itu, dia anak yang baik dan menurut apa kata orang tua. Tapi gak sanggup kalo disuruh sama ortunya buat gak ngerokok. Tetep aja dia kucing-kucingan kalo mau ngerokok. Hehehe...
Suatu ketika dia sedang pergi bersama kakaknya (Mas Arum) naik sepeda motor. Singkat cerita, di tengah perjalanan pulang ke rumah (kebetulan dia yang nyupir motornya), tiba-tiba saja dia memacu kendaraannya dengan kecepatan lumayan tinggi sembari mengoyang-goyangkan pantatnya. Coba tebak kenapa dia goyang-goyangkan pantatnya? Yup bener banget, dia pengen pups (Pups = BAB, Berak, Beol, Ngising, Nlepenk). Hahahaha... 

Mas Arum: “Yus, gak usah ngebut-ngebut deh!”
Yusro: (diam, berkeringat, dan terus memacu kendaraannnya sambil menggoyang-goyangkan pantatnya serta ditambah muka dia yang cengar-cengir, bukan berarti ada sesuatu yang lucu tapi menahan pengen pups) Hahahahaha....
Setelah 15 menit perjalanan pulang, sampailah mereka di rumah. Dia (Yusro) matikan mesin motor, melepas helm yang digunakannya, kemudian ia lari dari depan rumah sampai WC.
Yusro: “Aku pengen berak, gak kuat...”
Mas Arum: (senyum).
Saat dia lari sampai di ruang tengah, dia kelepasan buang gas yang bunyinya bertubi-tubi (bret.. breet... breeeet...). Dan tahu gak apa yang terjadi? bukan, dia gak nyampe BAB di celana. Hehehe... Tapi, dia gak sadar kalo di ruang tengah ada tamu ayahnya yang sedang makan siang bersama ayahnya. Hahahahaha.... Spontan, sang ayahnya cuman bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya. Hahahaha.... Cerita tersebut juga membuat aku tetawa terbahak-bahak. Hahahahaha... Iyus.. Iyus... J. Ana-ana bae...hehehe.

No comments:

Post a Comment