Nama saya Fauzan Jamaludin. Kawan-kawan saya biasa memanggilku Fauzan. Tetapi kali ini tidak biasanya. Setelah masuk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), banyak yang memanggilku dengan nama Jamal. Panas rasanya kuping ini ketika ada seseorang yang memanggilku dengan nama Jamal.
“Jamal, mau kemana?”, teriak salah satu temanku.
Saya hanya lemparkan senyum kecut dan ngluyur pergi. Shit! Bagi saya, panggilan Jamal itu terasa orang kampung banget dan jadul sekali. Selama enam tahun duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) baru kali ini berani-beraninya mereka panggil namaku Jamal. Mbok ya panggil Fauzan atau Ojan, kan lebih asyik didengar.
