Tiba-tiba handphone saya bergetar tanda sms masuk. Dan langsung saya buka.
“Boy, Pa kabar? di mana? Ini anak-anak ex. SMA 2 lagi ngumpul di angkringan Alun-alun”. Begitu informasi yang diinfokan dalam sms itu. Saya lihat ternyata pengirimnya adalah teman SMA yang sudah lama tidak dijumpai. Langsung saja saya bales sms dia.
“Hei… Kabar baik, Boy. Okey, setelah warung tutup segera meluncur ke TKP”, bales saya.
Agak maleman setelah warung tutup, saya pun bergegas meluncur ke tempat temen-temen ngumpul. 10 menit perjalanan akhirnya sampe.
Seperti biasa ketika baru pertama bertemu dengan kawan lama yang jarang dijumpai pastinya terasa heboh. Baru dateng di parkiran aja, mulut mereka udah cuwakwakan. Hahahaha… Kami memang begini, dari dulu sampe sekarang masih tetep mulutnya gak pernah lihat keadaan. Hehehe… (iyalah…mulut kan emang gak punya mata.haahahaha..)
“Gimana boy kabarnya? Sekarang gemukan yak? Terakhir ketemu perasaan kurus deh”, tanya salah seorang kawan saya.
“Hahahaha… efek mantan anak kost ketika kembali pulang kampung”, jawab saya.
“Hahahahahahaha.. Masih tetep yak tukang guyon? Sekarang gawe di mana?”, temen saya kembali bertanya.
“Hehehehe… Untuk saat ini, masih ngebantuin dan belajar berdagang sama bapakku”, feed back saya.
30 menit berlalu, obrolan kami pun sudah merayap ke mana-mana. Dari kaki sampe kepala sudah terjamah semua. Suasana santai dan penuh tawa menjadi atmosfir saat itu. Sampe-sampe pengunjung lain ada yang ikut ketawa dan liatin kami.
Obrolan yang unik dan bikin kami tertawa terbahak-bahak adalah ketika ada salah seorang teman saya yang bercerita tentang pekerjaannya. Temen saya ini tenaga penjual sebuah produk minuman kesehatan. Ketika itu dia sedang dapat presure yang tinggi dari kantornya. Di mana di kantornya itu mengharuskan setiap tenaga penjual harus mencantumkan orang yang beli produk itu dan tentunya jumlah yang dipasarkan tinggi.
Secara penjualan yang didapat memuaskan. Akan tetapi dia lupa tidak mencantumkan nama orang yang membeli produk itu. Dan ia pun bengong nongkrong di depan kuburan, mencari ide bagaimana daftar nama pembeli bisa keisi. Akhirnya, ia dapet ide dan dengan cepat memutuskan mengambil ide semata wayangnya itu. Dengan segera ia pun menulis daftar nama pembeli dengan nama orang-orang yang sudah meninggal di kuburan itu. Hahahahahahaha… Uedan!
Kata dia sambil tertawa, “ya.. mau gimana lagi coba?”. Hahahahaha…
Situasi itu pun kembali pecah dengan penuh tawa karena ceritanya.**
No comments:
Post a Comment