Jam menunjukan waktu 10 pagi. Saat itu hari minggu. Hari yang dinanti para pegawai untuk weekend. Obat paling mujarab penghilang stres selama 6 hari beraktivitas. Entah tujuan ke mana yang akan dihinggapi. A, B, C, atau D planning belum ada. Hanya informasi berkumpul di singgasana seorang kawan. Seperti segerombolan ikan lapar yang ditaburi pelet, mereka mendekat dan berkumpul.
Dilema pun melanda. Saling tuding menanyakan, “Hey, hari ini kita mau kemana?”. Diam dan pura-pura bego atau malah tidak mendengar pertanyaan itu sama sekali. Heran. Ckckck… Pahlawan pencetus ide pun keluar dari sarangnya. Pahlawan yang dikirim untuk menolong weekend para pegawai agar lebih terasa. Lega rasanya. Selamat akhirnya kalian tak hanya terdampar di satu titik!
Ya ampun, gerakan slow motion pun turut jadi skenario di weekend itu. Seharusnya ini tidak ada di dalam skenario. Terpaksa jam harus ditarik hingga 30 menit ke depan. Ini tidak bisa dibiarkan. Baiklah.. Cara militer pun ditegakkan. Walhasil, semua sudah stand by di kendaraan masing-masing. Bersiap melaju cepat ke tempat tujuan.
Perjalanan ini tidak biasa. Diperlukan joki setengah handal untuk menaklukan medan itu. Pasalnya banyak tanda seperti ular yang dipasang oleh Dishub sepanjang jalan. Mungkin kurang lebih satu jam, hadirlah nuansa berbeda. Mencoba memberikan terapi ke alam bawah sadar secara tidak langsung. Sadar atau tidak sadar, terima ataupun tidak, psychology tidak bisa dibantah. Kenyataannya semua menikmati suasana itu.
“Obyek Wisata dan Pemandian Air Panas Guci” sebuah kalimat penanda yang dipasang di atas bukit yang mengelilinginya. Sepertinya terinspirasi dari Hollywood. Atau terbalikah?? Silakan saja.
Guyuran air hujan memecahkan konsentrasi, bukan hanya manusia yang kocar-kacir mencari tempat teduh. Kemungkinan para binatang yang ada pun berlomba-lomba menemukan tempat aman. Akhirnya, di sebuah warung “Bakso Goyang Lidah” sebagai tameng tempat meneduh. Sungguh benar-benar nama warung itu memaksa untuk bergairah dengan hasrat yang tinggi bersiap menggoyangkan lidah semua tamu yang ada di situ.
Wow, sangat cocok dengan kodisi cuaca. Dalam hati penjual itu pun bergumam, “Alhamdulillah.. terima kasih ya Robb atas rejeki yang Kau berikan hari ini”. Indahnya rasa syukur itu.
Melihat samping kanan kiri sudah tak sanggup ingin mencicipi hidangan yang disajikan dengan syarat. Karena tak kuasa, segera bakso dan kopi susu secepatnya dipesan. Tidak secepat pelari sprinter, menu itu tiba di atas meja. Kemepul asap dari mangkok dan secangkir gelas, membuat semua tamu tersenyum satu sama lain. Tanda weekend akhir pekan sukses.**
No comments:
Post a Comment