Friday, 1 February 2013

Inovasi Untuk Masa Depan


Di era yang seperti ini, sebuah perusahaan untuk berhasil harus kompetitif. Lingkungan bisnis saat ini menjadi lokal ke global, dan hanya yang terkuat bertahan hidup. Daya saing dan inovasi adalah kunci keberhasilan perusahaan.

Sekiranya tidak berlebihan ketika selain marketing tentunya inovasi pun turut andil dalam memperkuat energi untuk bertahan dan berkembangnya sebuah perusahaan. Tolak ukur pertumbuhan bagi sebuah perusahaan pun dipengaruhi oleh faktor inovasi. Maka tak heran jika dengan melakukan integrasi strategi pemasaran dan teknologi akan menemukan cara baru untuk menciptakan produk dan layanan kepada pelanggan.


Seorang pakar marketing dan inovasi dari India, Mohan Sawhney pernah mengemukakan  tujuh mitos tentang inovasi. Mohan mengatakan inovasi itu bukan hanya penemuan semata. Bukan pula sekadar Research & Development serta produk anyar. Inovasi juga bukan sebuah departemen, bukan proses meninggalkan masa lalu, bukan sekadar ide-ide baru, bukan juga membawa sesuatu yang baru.

“Namun, inovasi adalah penemuan dan aplikasi,” kata Mohan dalam seminarnya yang dilansir dari media lokal.

Dia pun melanjutkan bahwa ada 12 inovasi yang harus dijalankan agar bisa mengalami kemajuan bagi perusahaan, seperti inovasi produk, platform, solusi, customer, komunikasi, interaksi, ekosistem, inovasi kanal, supply chain, proses, nilai, dan manajemen. Dan tentunya, strategi inovasi yang dijalankan tidak hanya “tiru-tiru” dengan yang lain. Artinya sebuah perusahaan harus memiliki startegi yang jelas pula.

“Sekarang strategi 'ikut-ikutan' dihukum dengan cepat dan tanpa ampun. Jadi taruhannya sebuah perusahaan harus memiliki strategi yang jelas lebih,” ungkap Kepala Harvard Business School and Director, Michael E. Porter.

Porter melanjutkan inti penting dari strategi adalah cross-fungsional atau lintas kegiatan integrasi. Ini bukan kemampuan untuk datang dengan proses produksi yang lebih baik atau kemampuan untuk datang dengan sebuah iklan yang besar. Namun kemampuan untuk menghubungkan dan mengintegrasikan kegiatan di seluruh rantai nilai dan untuk mencapai komplementaritas di banyak kegiatan. Maka hal ini adalah cara untuk melakukan sesuatu yang lain yang lebih baik.

Tak hanya itu pula, menurut Senior Vice President dan Chief Marketing Officer General Electric (GE), Beth Comstock, strategi inovasi sangat diperlukan untuk mendapatkan solusi. Inovasi sebagai motor penggerak diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dunia yang terus tumbuh.

“Tercatat, 92 % eksekutif menyatakan bahwa inovasi adalah elemen penting untuk ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, dan 86 % setuju bahwa inovasi adalah cara terbaik untuk menciptakan lapangan kerja bagi negara mereka,” ungkapnya.

Bukan Sekedar Inovasi
Rasanya patut disetujui anggapan dari  Mohan Sawhney  bahwa inovasi tidak hanya sukses dalam membuat produk terbaru, tapi bagaimana inovasi itu bisa diterima masyarakat. Hal ini mungkin tidak segampang membalikan telapak tangan. Dibutuhkan riset pasar yang jelas dan terarah.

Sebagai contoh perusahaan besutan Steve Jobs selalu melakukan inovasi-inovasi yang menggetarkan dunia. Maka tak heran jika Apple patut diganjar dengan beberapa prestasi yang bergengsi. Seperti Firma konsultasi manajemen Booz & Co. menobatkan Apple sebagai perusahaan inovatif dalam laporan tahunannya yang berjudul Global Innovation 1000 Study: Making Ideas Work. Ini adalah ketiga kalinya Apple mendapatkan predikat tersebut secara berturut-turut.

Sebanyak 1000 perusahaan yang menghabiskan dana terbesar untuk riset dan pengembangan Research and Development  (R&D) dianalisis oleh firma konsultasi menajemen ini. Urutan ranking didasarkan pada kemampuan tiap perusahaan mengubah konsep ide menjadi sukses komersial.

Bagaimana di Indonesia? Di sisi lain, menurut Founder Teknopreneur, Amir Sambodo, Indonesia masih tertinggal dalam hal inovasi teknologi dan model bisnis. Sehingga tidak bisa disalahkan jika hanya secuil produk Indonesia yang berjaya di tingkat international.

“Kondisi ini tidak harus membuat kita kecil hati, tetapi justru menjadi cambuk untuk terus meningkatkan inovasi Nasional,” tuturnya.

Dia pun kembali menuturkan bahwa besar sekali potensi budaya Indonesia yang dapat melingkupi inovasi teknologi dan inovasi model bisnis, sehingga bukan sekedar hayalan jika  bangsa Indonesia akan menjadi bangsa besar dan salah satu bangsa termaju di dunia. Maka dari itu, sepatutnya dalam hal inovasi Indonesia harus mempunyai ciri khas yang berbeda dari yang lain dengan mengangkat jatidiri dari bangsa ini.

No comments:

Post a Comment