Laju pertumbuhan industri kesehatan kian berkembang pesat. Barisan pemain baru ditingkat ini pun mulai bermunculan. Hal ini berdampak pada giatnya perusahaan-perusahaan di bidang industri kesehatan yang sudah memikirkan reputasi perusahaan.
Tidak bisa dipungkiri lagi, reputasi perusahaan mempunyai makna penting bagi industri kesehatan yang semakin marak saat ini untuk mengajak pelanggan tetap loyal terhadap produk maupun layanannya. Di sisi lain, dengan reputasi yang semakin baik merupakan salah satu aspek penting sebagai pemasaran secara langsung maupun tidak langsung.
Apalagi masyarakat kini semakin pintar dan kritis terhadap sebuah brand sehingga tak cukup jika hanya mengelola brand equity yang mengedepankan kecanggihan peralatan, akurasi dokter, dan inovasi. Ya, kini sebuah brand dituntut menaruh perhatian besar pada aspek layanan dan memahami customer experience (moment of truth) dari konsumennya agar puas dan merekomendasikan jasa mereka. Jika cara itu dilakukan dengan benar, efek itu akan berimbas dan mendongkrak reputasi yang positif bagi sebuah perusahaan.
Berdasarkan hasil survei dari majalah SWA pada 2013 yang bekerjasama dengan Onbee Marketing Research menggambarkan tentang loyalitas pelanggan terhadap industri kesehatan dilihat dari beberapa indikator yang berkenaan pada kesetiaan konsumen. Ada beberapa kategori industri kesehatan yang di antaranya rumah sakit pemerintah dan swasta, rumah sakit ibu dan anak, farmasi lokal dan multinasional, laboratorium kesehatan, alat bantu pendengaran, apotek, asuransi kesehatan, klinik kecantikan, dan klinik mata. Dari hasil survei yang sudah dilakukan, kualitas layanan masih menjadi primadona bagi pelanggan untuk tetap menggunakan jasa atau produk mereka sehingga tidak bisa dipungkiri kualitas menjadi awal penilaian sebuah keberhasilan loyalitas para pelanggan.
Di tahun ini SWA mencatat lebih dari 100 brand yang direkomendasikan dalam berbagai kategori. Antara lain, untuk kategori perusahaan farmasi lokal, Biofarma menjadi brand yang terbaik. Sedangkan Pfizer, terpilih menjadi brand pilihan konsumen pada kategori perusahaan farmasi multinasional. Di susul oleh Century, masuk pada kategori Apotek dengan tingkat loyalitas pelanggan yang tinggi. Untuk klinik mata di daerah Jabodetabek, Klinik Mata Nusantara menjadi favorite pelanggan, kemudian tak kalah juga Bandung Eye Center, Surabaya Eye Clinic, RS William Booth, Medan Eye Center, RS Pelamonia, serta RS Mata Indera menjadi tempat rekomendasi oleh para pelanggan.
Pada sektor klinik kecantikan, Erha Clinic menjadi brand dengan tingkat loyalitas pelanggan paling tinggi. Sedangkan pada kategori Hearing Aid, Rexton pun tak kalah dengan lainnya. Untuk produk Asuransi Kesehatan, Allianz menjadi asuransi kesehatan paling dicari oleh pelanggan. Sementara pada kategori laboratorium kesehatan, Prodia memiliki loyalti index yang tinggi. Ini membuktikan bahwa kualitas pelayanan yang baik sehingga membuat pelanggan loyal dan akan kembali menggunakan fasilitasnya. Dari banyaknya kategori, setiap perusahaan di industri kesehatan mempunyai strategi dalam menciptakan reputasinya serta mendongkrak nilai positif perusahaan di mata pelanggan.
Contohnya Biofarma, perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin dan anti sera kelas dunia yang sukses memikat konsumen untuk loyal dalam di setiap produknya dan berhasil memasarkan salah satunya vaksinasi influenza. Hal itu sesuai dengan filosofi perusahaannya yang menyehatkan masyarakat dari generasi ke generasi dan menjadi pelopor green industry. Menurut Corporate Secretary Biofarma, M. Rahman Rustan menjelaskan bahwa Biofarma menerapkan strategi costumer satisfaction yang mengarah ke costumer loyalty. Selain itu, komitmen green industry sebagai salah satu kebijakan perusahaan diterapkan dalam segala lini. Seluruh produk yang dihasilkan mengacu pada kriteria green yang diawali dengan pemilihan bahan baku, proses produksi, formulasi, pengisian, pengepakan, hingga menjadi produk akhir. Hal itu yang akan terus menjadi komitmen Biofarma untuk reputasi perusahaan yang baik dan menjadi produsen vaksin serta anti sera kelas dunia yang berdaya saing global.
Senada yang dilakukan oleh Prodia, menurut Presiden Direktur Prodia, Dewi Muliaty, laboratorium klinik yang telah berusia 40 tahun ini pun melakukan strategi guna reputasi perusahaan yang baik dengan cara melakukan kebijakan mutu yang diimplementasikan di semua cabang prodia di seluruh Indonesia baik dari edukasi informasi mengenai laboratorium klinik kepada pelanggan, pelayanan, serta penambahan teknologi. Selain itu, Prodia juga menyediakan layanan diagnosa yang terbaik, diwujudkan dalam mutu hasil pemeriksaan yang akurat, terpercaya, dan tepat guna. Maka dari itu pentingnya reputasi perusahaan sangat didukung pula oleh strategi perusahaan dalam melayani konsumennya.
No comments:
Post a Comment