ISAC merupakan sebuah kegiatan untuk menggalang ilmuwan, programmer, sekaligus peneliti dari seluruh belahan dunia guna bersama-sama menggembangkan teknologi yang bisa menjawab tantangan dalam bidang eksplorasi luar angkasa dan kebutuhan sosial lainnya. Berbagai tim dari lokasi terseleksi di tujuh benua dan luar angkasa, di antaranya adalah San Fransisco, AS; Tokyo, Jepang; Sydney, Australia; Jakarta, Indonesia; London, Inggris; Cape Town, Afrika Selatan; Sao Paulo, Brazil; McMurdo Station, Antartika-Kutub Selatan; serta para astronot di stasiun Luar Angkasa International).
Pada peresmian kompetisi ini hadir juga Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Ted Osius; Ali Llewellyn, perwakilan NASA; dan dari LAPAN Erna Sri Adiningsih. Menurut Ali Llewellyn, dipilihnya Indonesia dalam kesempatan ini dikarenakan Indonesia dipandang negara yang banyak mempunyai developer handal dan pesatnya perkembangan perusahaan pengembang aplikasi.
“Indonesia mempunyai banyak SDM yang handal di bidang pengembangan aplikasi dibuktikan dengan banyaknya perusahaan pengembang aplikasi bermunculan”, ujar Llewellyn saat ditemui selepas acara.
NASA memberikan 8 tantangan untuk pelaksanaan di Jakarta. Kompetisi terbagi dalam empat kategori yakni visualisasi data, pengetahuan warga, perangkat keras terbuka, dan perangkat lunak.
Berikut adalah tantangan yang diberikan:
1. Aplikasi HTML5 untuk Observasi Bumi
2. Desain Awal untuk API Data Terbuka
3. Lapisan Aurora untuk Google Earth
4. Pemetaan Lingkungan Mobile
5. Pemetaan Bahaya dari Sumber Media Sosial
6. Berbagi Informasi untuk Respon Krisis Kemanusiaan
7. Aplikasi Earth Day
8. Prediksi Langit
Kompetisi ISAC ini diharapkan dapat membuka inovasi dan kolaborasi pemecahan masalah. Untuk pendaftaran dapat dilakukan di web resmi https://spaceappschallenge.org/register.
Published on teknopreneur.com
No comments:
Post a Comment