Perkembangan teknologi di bidang informasi terus berkembang. Begitu juga dengan media sosial. Salah satunya adalah Facebook, rintisan Mark Zuckerberg. Kini, jejaring sosial yang telah berusia sekitar delapan tahun itu telah mencapai 500 juta pengguna. Namun masa depan Facebook terus dipertanyakan. Permasalahannya adalah media sosial rentan sekali ditinggalkan oleh penggunanya dan sudah banyak contohnya. Seperti halnya Friendster, MySpace, dan Bebo.
Berbagai macam cara telah dilakukan oleh Facebook untuk mempertahankan kejayaannya. Tetapi, usaha-usaha yang telah dilakukanya untuk masa mendatang sepertinya sulit untuk menolong Facebook agar tidak berbalik 180 derajat dari posisinya sekarang. Artinya, Facebook diprediksikan tidak akan bertahan lama walaupun adanya genjotan inovasi. Seperti halnya terobosan layanan email yang diluncurkan oleh Facebook yang diperkirakan tidak bertahan lama.
Hal ini diungkapkan oleh ahli digital konsumen, Jeffry Cole. Cole mengemukakan pendapatnya bahwa sekarang ini walaupun pengguna Facebook telah mencapai angka setengah milyar dari penggunanya di seluruh dunia, namun hal tersebut akan berakhir lima tahun ke depan. Pasalnya, situs pertemanan besutan dari Mark Zuckerberg ini dinilai hanya mengacu pada selera remaja yang notebene cenderung berubah-ubah.
Maka dari itu, apabila ramalan itu terjadi, nasib Facebook akan sama dengan Friendster, MySpace, dan Bebo ditinggalkan oleh para penggunanya khususnya remaja. Begitu juga News Now media luar negeri memberitakan bahwa kebangkrutan Facebook diprediksikan membutuhkan waktu yang lama, tidak seperti pendahulunya MySpace yang kolaps beberapa tahun saja pasca kejayaannya.
Faktanya, sekitar enam tahun aktif, Facebook mengalami banyak masalah. Di antaranya, tuntutan hukum, masalah privasi, keprihatinan penggunaannya menyangkut pedofil, dan faktor masalah yang paling krusial adalah kerugian keuangan. Facebook kurang menyadari akan hal itu yang juga sama dirasakan oleh pendahulunya MySpace. Dahulu MySpace sangat sukses seperti Facebook. Namun karena masalah keuangan, memaksanya untuk gulung tikar.
Dalam perjalanannya, Facebook memang berbeda dengan situs jejaring sosial lainnya yang muncul di dekade terakhir ini. Facebook terus bertahan dengan kondisi keuangannya sekarang meskipun mendapatkan sedikit bantuan modal dari Microsoft maupun perusahaan media dari Rusia. Di samping itu juga tambahan pendapatan dari situs iklannya yang tercatat menguntungkan di tahun 2010 sebesar US$ 1,1 Milyar. Akan tetapi, rumor tentang kebangkrutan Facebook terus bergejolak. Pasalnya dalam hal keuangan Facebook masih abu-abu.
Selain itu pula, kepopuleran Twitter baru-baru ini mampu membuat daya tarik pengguna Facebook untuk ‘berkhianat’ menggunakan kanal media sosial yang baru itu. Pasalnya twitter memberikan nuansa yang berbeda bagi para penggunanya. Berdasarkan data dari lembaga peringkat Alexa tahun 2009, menyatakan bahwa tingkat pertumbuhannya mencapai 1.380% per bulan dibandingkan dengan Facebook yang bertengger pada kisaran 220%. Ditambah dengan para selebritis dan politisi yang menggunakannya. Bahkan konon sosok Oprah Winfrey pun turut menyumbang kepopuleran media sosial ini.
Faktor-faktor tersebutlah yang menjadikan ancaman bagi Facebook. Maka dari itu, Facebook harus mulai berbenah diri dan terus meningkatkan pertumbuhan pendapatan tentunya dan menjadikan situs jejaring sosialnya tidak monoton di mata penggunanya. Jika tidak, nasib Facebook sama dengan kakak tingkatnya, ‘tutup usia’.
No comments:
Post a Comment