Siapa tak menyangka bila Indonesia menjadi urutan kedua setelah China sebagai negara penjulan ritel online se-Asia Pasifik. Ya, data ini berdasarkan survei e-marketer. Dari tahun 2012 hingga 2013, pertumbuhan penjualan B2C online di China dan Indonesia meraup lebih dari 70 persen. Nampak tak mau kalah dengan negara adidaya Amerika Serikat, prediksi survei itu meramalkan negeri pimpinan Barack Obama itu akan 'digilas' China pada 2016. Tahun ini Cina akan menguasai 6 dari 10 dollar yang dikonsumsikan oleh masyarakat di kawasan Asia Pasifik. Sementara konsumsi ritel secara online di Indonesia sendiri berhasil menembus angka $1,8 miliar di tahun 2013 dan diperkirakan bakal meningkat menjadi $2,6 miliar sepanjang tahun 2014.
Memang digadang-gadang Asia Pasifik bakal menjadi 'kiblat' penjualan B2C melalui E-Commerce di dunia mulai tahun 2014. Hal ini lantaran kawasan Asia Pasifik didukung oleh pertumbuhan pesat e-commerce di sejumlah negara berkembang sehingga wajar saja secara bertahap kawasan Amerika Utara mulai tahun ini akan tersisih. Bahkan, diramalkan tahun 2017 merupakan tahun di mana Amerika Utara tertinggal jauh lebih dari 60 persen.
Menurut data eMarketer, di tahun 2013 lalu penjualan B2C secara online di Amerika Utara mencapai $431 miliar, sedangkan di Asia Pasifik mencapai $383,9 miliar. Tahun ini diperkirakan angkanya mencapai $525,2 miliar untuk Asia Pasifik dan $482,6 miliar untuk Amerika Utara. Secara total penjualan B2C secara online akan mencapai $1,5 triliun di tahun 2014 ini. eMarketer memprediksikan penjualan ritel di Asia Pasifik bakal menembus angka psikologi $1 triliun di tahun 2017.
No comments:
Post a Comment