Santer isu Bakrie Group Global membenamkan investasinya di Path, terus mengemuka sekaligus menjadi pro dan kontra. Betapa tidak? Tak tanggung-tanggung Bakrie Group mengucurkan dana sebesar Rp 304 miliar kepada perusahaan aplikasi mobile tersebut. Suntikan dana besar yang dilakukan oleh Bakrie Group ini mengalahkan investor-investor lain yang turut memupuk investasi. Jumlah ini setara dengan 38,5% dari total investasi USD 65 juta yang telah masuk ke jejaring sosial itu sejak 2011. Aksi korporasi yang dilakukan oleh Bakrie Group membuat berbagai pakar angkat bicara. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh perusahan Bakrie sangat menguntungkan, sebab karakteristik media sosial hasil investasinya itu sesuai dengan perilaku masyarakat negeri ini yang cenderung aktif di dunia maya.
“Rata-rata orang Indonesia itu menggunakan media sosial sebagai tempat ‘ngerumpi’ dan eksis. Kalau di Facebook dan Twitter kan bisa dilihat banyak orang, kalau di Path teman-temannya terbatas,” ujar Nukman Luthfie, Pengamat Media Sosial yang dilansir dari media.
Kucuran dana yang diberikan oleh Bakrie ini diklaim penuh pertimbangan, salah satunya ada 4 juta akun yang berasal dari Indonesia dari 23 juta pengguna di seluruh dunia. Meskipun dari porsi jumlah pengguna global, Indonesia cuma 17,4%, namun dari sisi trafik, Indonesia merupakan yang tertinggi, 30% dari trafik global. Wajar, jika Bakrie Group menggelontorkan dana yang besar pada sosial media ini. Pihak Path pun tak tinggal diam menjelaskan atas penerimaan suntikan dana dari Bakrie. Business Manager Path, Andreas Bezamat-Homer mengaku bahwa Indonesia termasuk dalam tiga besar negara dengan jumlah pengguna Path terbanyak hingga kuartal dua tahun 2013. "Orang Indonesia sangat aktif dan membagikan banyak momen di Path," ujarnya saat datang ke Jakarta.
Akankah Bisnis Ini Menjadi Prospektif?
Banyak yang beranggapan bahwa bisnis ini akan menjadi prospektif di masa mendatang. Terbukti beberapa aplikasi mobile mulai menjadi perhatian seluruh umat manusia di dunia. Diprediksikan oleh Juniper Research, potensi bisnis ini mencapai Rp 301,3 triliun di akhir 2015. Apalagi didukung dengan masifnya smart devices seperti smartwatch dan smartglasses yang akan mencapai 130 juta unit di tahun 2018.
Sementara Gartner memperkirakan, pengiriman seluruh dunia perangkat (PC, tablet, dan ponsel ultramobiles) diperkirakan mencapai 2,5 miliar unit pada 2014. Ini tentulah meningkat menjadi 7,6 persen dari 2013. Di antara sistem operasi pasar, Android diprediksikan menjadi jawara di semua pasar sistem operasi yang melampaui satu miliar pengguna di semua perangkat pada tahun 2014 . Pada 2017, lebih dari 75 persen dari volume Android akan terus melejit di negara-negara berkembang.
"Pasar perangkat terus berkembang, dengan pembeli memutuskan kombinasi perangkat yang diperlukan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka," kata Ranjit Atwal, Direktur Riset Gartner.
Di 2014, pasar tablet di seluruh dunia pun diperkirakan tumbuh 47 persen dengan harga jual rata-rata yang lebih rendah yang tentunya menarik pengguna baru. Diklaim olehnya, konsumen juga diprediksikan akan terus membeli tablet sebagai perangkat tambahan yang mereka bawa kemana-mana. Menurut sebuah studi konsumen terbaru yang dilakukan Gartner pada kuartal ketiga 2013 di Brazil , China , Perancis, Jerman , Italia , Inggris , Amerika Serikat dan Jepang, lebih dari dua pertiga dari tablet yang digunakan di luar rumah untuk kegiatan seperti liburan atau menonton konser.
Sementara pengiriman seluruh dunia dari PC tradisional diperkirakan akan berjumlah 278 juta unit pada 2014 , turun tujuh persen dari 2013 . Didorong oleh serapan pada Windows ultramobiles, pasar PC diperkirakan tetap standar pada tahun 2014, setelah penurunan 9,9 persen pada 2013 . Survei konsumen Gartner menunjukkan bahwa kurang dari delapan persen pengguna akan menggantikan laptop dengan tablet , sementara transfer ke Ultrabook hampir dua kali lipat angka ini .
Maka dari itu, bisnis aplikasi akan terus melejit khususnya di kawasan Asia seperti China dan India seiring bisnis seluler terus berkembang di dua negara tersebut. Meskipun demikian, kawasan Eropa tetap menjadi pemilik pasar terbesar pada 2015 mendatang yakni sekitar USD 8,4 miliar atau tumbuh 33,6% sepanjang 2010-2015. Selain itu juga bisnis aplikasi diyakini tidak terkena resesi global.
Pada 2008 silam, aplikasi mobile yang terunduh naik146% dengan satu miliar kali download dibanding 2007 sebanyak 450 juta kali. Sementara pada 2009, ada sekitar 6,4 miliar kali download terhadap aplikasi yang teregistrasi. Prediksi itu memungkinkan alasan Bakrie Global Group mengucurkan dananya ke jejaring sosial media Path. "Ini bagian dari ikhtiar membuat masyarakat Indonesia semakin terkoneksi dan produktif. Mengingat kita salah satu pengguna Path terbesar," ujar CEO Bakrie Group, Anindya Bakrie melalui akun twitternya.
No comments:
Post a Comment