Sebagai perusahaan plat merah di sektor logistik, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) terus menunjukan peningkatan kerja yang signifikan meskipun persaingan bisnis di industri ini semakin kompetitif.
Sebagai negara kepulauan yang tentunya memiliki beragam gugusan pulau-pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki kans dalam tumbuhnya bisnis logistik. Ya, siapa tak menyangka jika potensi bisnis logistik sangat besar. Berdasarkan data dari Frost & Sullivan memprediksi industri logistik di Indonesia akan tumbuh sebesar 14,5 persen dan mencapai Rp 1,634 triliun di tahun 2013 dari estimasi tahun lalu yakni sebesar Rp 1,427 triliun. Ini didorong oleh inisiatif dan pembangunan industri logistik oleh pemerintah, serta pertumbuhan ekonomi yang kuat. Melihat hal itu, BGR pun tak ingin menyiakan ceruk pasar yang masih sangat besar itu.
“Prospek bisnis ini tentunya sangat baik, mengingat besarnya pasar logistik Indonesia, sementara yang mampu diraih oleh BGR masih sangat kecil. Iklim bisnis di bidang logistik saat ini sangat kompetitif mengingat banyaknya perusahaan logistik asing dan domestik yang berlomba-lomba meraup peluang bisnis di bidang ini,”ujar Direktur Pemasaran BGR, Samto Pramono ketika ditemui SWA.
Meskipun perusahaan BUMN ini hanya meraup sedikit dari bisnis logistik, tapi pertumbuhan bisnis yang dilakukan selama ini berkembang secara signifikan. BGR menargetkan pendapatan di tahun ini sekitar Rp 807 Miliar. “Jadi dilima tahun berturut-turut dari tahun lalu, pendapatan kami meningkat sekitar 21 persen, sementara laba yang kami dapatkan juga meningkat hingga 25,33 persen,” tutur lelaki kelahiran Solo.
Samto melanjutkan, meningkatnya pendapatan dari BGR itu disebabkan berbagai strategi pemasaran yang dilakukan oleh pihaknya seperti memperluas jaringan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Jangkauan tersebut meliputi wilayah kerja dan keanekaragaman produk jasa agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. Dalam perjalanannya, BGR melakukan transformasi menjadi perusahaan jasa logistik, dengan visi menjadi perusahaan jasa logistik yang profesional, terkemuka di Indonesia, dan mampu bersaing di pasar global dengan mengusung moto “Trusted logistics partner”.
Hal itu pun didukung oleh jaringan kerja berupa 9 cabang dan 14 sub cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yaitu, Medan, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Dumai, Pancoran, Denpasar, Palu, Padang, Cikampek, Mataram, Bitung, Palembang, Bandung, Pontianak, Kupang, Lampung, Semarang, Banjarmasin, Papua, Cilegon, Yogyakarta, dan Balikpapan. Di samping jaringan kerja domestic, BGR memiliki jaringan internasional di Negara China, Hongkong, Malaysia dan Singapore.
“Strategi yang dilakukan oleh kami adalah melakukan investasi sarana dan prasarana logistik, seperti armada dan gudang-gudang modern berikut dengan peralatan kerja lain seperti MBU dan forklift. Kemudian, memperbaiki pelayanan kepada pelanggan dengan prinsip service excellence serta melakukan investasi di bidang Teknologi Informasi (TI) seperti WMS dan Transportasi Manajemen Sistem untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.
Tentunya dengan persaingan bisnis logistik yang semakin ramai, adanya keharusan berinovasi sudah menjadi budaya bagi perusahaan yang telah berdiri sejak 36 tahun silam walaupun saat ini kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berpengaruh juga terhadap biaya operasional. Meskipun demikian, komitmen BGR akan terus dilakukan guna memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggan.
“Di sisi lain, ke depan, komitmen kami juga untuk melakukan inovasi di bidang dukungan layanan kepada pelanggan dengan berbasis TI yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan,” tutupnya.
No comments:
Post a Comment