Wednesday, 26 March 2014

Kendaraan Niaga Bergeser Pasar

Nampaknya mega proyek besutan pemerintah Indonesia melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I) serta infrastruktur memberikan semangat bagi para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah perusahaan otomotif yang bermain di segmen kendaraan niaga. Di tahun lalu, banyak yang memprediksikan bahwa kendaraan niaga akan mengalami pertumbuhan permintaan yang diperkirakan menyentuh angka 5,8 persen pada akhir 2013. Meskipun demikian, tidak serta merta pertumbuhan kendaraan niaga tidak ada tantangan di tahun ini. Rangkaian tantangan pun menghadang, namun kenaikan profit tak bisa direvisi. Oleh karenanya, demi mempertahankan bisnisnya di tahun ini, maka produsen kendaraan niaga pun cepat-cepat meracik strategi lagi dengan menggeser target konsumen utama mereka. Mengapa demikian? Bergesernya market ini, disebabkan lantaran bisnis pertambangan riskan terhadap keadaan pemilu, depresiasi rupiah terhadap dolar AS, tingginya suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi RI.

“Dulu kontribusi penjualan ke pertambangan sekitar 50%, sekarang tinggal 30%. Tahun ini, masih sama sekitar 30% mining, sisanya kargo dan infrastruktur. Kargo khususnnya consumer goods kontribusinya bisa 50%," ucap Direktur Promosi dan Penjualan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) Santiko yang dilansir dari Bisnis Indonesia.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, penjualan terbesar kendaraan niaga ialah ke sektor pertambangan. Kemudian beralih ke infrastruktur seperti transportasi, properti, dan lain-lain serta logistik atau kargo khususnya untuk sektor consumer goods. Walaupun demikian, tidak sepenuhnya disetop. Hanya saja volumenya yang menyusut karena tidak menambah cuma melakukan penggantian armada. Tapi untuk penjualan kendaraan niaga berupa truk ke sektor logistik diyakini tetap tumbuh. Demikian pula bidang infrastruktur sejalan maraknya proyek, baik pemerintah maupun swasta, yang tengah berlangsung.

Keadaan ini pun diamini oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai agen tunggal pemegang merek Isuzu. Perusahaan ini mengandalkan penjualan kendaraan niaganya ke sektor logistik khususnya  untuk pengangkutan consumer goods. Pengangkutan logistik berupa consumer goods ini juga membutuhkan truk jenis ringan hingga medium. Sepanjang 2013, IAMI tercatat mengumpulkan penjualan yang lumayan signifikan. Begitu juga di tahun ini, Isuzu menargetkan pertumbuhan penjualan yang lebih signifikan dibandingkan tahun lalu. Untuk mendukung misi pertumbuhannya itu, Isuzu baru-baru ini  meluncurkan 12 varian baru guna memfokuskan menggarap pasar kendaraan distribusi logistik. Peluncuran 12 varian baru untuk segment pikap dan kendaraan penumpang serta produk baru light commercial vehicle dilaksanakan secara bertahap yang telah dimulai awal tahun ini dengan meluncurkan dua varian tractor head dan SVM 285 PS. Peningkatan kualitas pelayanan purna jual pun semakin ditingkatkan mulai dari suku cadang, perawatan, serta perbaikan kendaraan.Hal senada pun juga dirasakan oleh PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) yang menilai pergeseran  itu. HMSI yang hadir sejak 17 Desember 1982, memiliki varian produk truk dan bus komersial yang sangat lengkap sesuai dengan kebutuhan konsumen.  Di dunia, sejak tahun 2007, Hino Indonesia berhasil menjadi distributor Hino terbesar diluar Jepang. Sedangkan di Jepang, Kategori truk sedang dan berat berhasil di kuasai oleh Hino selama 39 tahun berturut-turut. Dengan raihan itu, Hino Indonesia terus berupaya mengembangkan produk yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan pasar.

Mungkin hal serupa juga dirasakan oleh beberapa produsen kendaraan niaga seperti FAW, Foton, Fuso,  MAN Trucks, Tata Motors, Toyota Dyna, dan UD Trucks. Melihat dari itu, peningkatan permintaan kendaraan tidak hanya dialami oleh kendaraan penumpang tetapi juga pada kendaraan niaga. Dengan demikian, kehadiran kendaraan niaga diharapkan menjadi alat utama untuk mendukung usaha di berbagai sektor salah satunya sektor logistik.

No comments:

Post a Comment