Mungkin nama Kartina – brand kerudung - belum semasyhur merek-merek lain yang sama. Namun, kini Kartina tumbuh menjadi brand yang diperhitungkan. Kesuksesannya tak lepas dari besutan disain Kartina Elfa yang unik namun cocok dipakai. Meskipun demikian, ada sosok yang terus melambungkan bisnisnya hingga sekarang. Dia adalah Syafrizal, suami Kartina Elfa.
Berjas, berdasi, dan serba rapih itulah gambaran Syafrizal di 20 tahun yang lalu. Status bankir masih melekat dalam dirinya. Tak tanggung-tanggung pria kelahiran Sumatera Barat ini pernah didapuk menjadi pimpinan cabang di sebuah bank swasta. Namun kini dia tak menjabati status prestis itu lagi, pedagang menjadi “status baru” pasca memutuskan berhenti dari kantornya. Lama di dunia perbankan dengan jabatan mentereng dan serba praktis, Syafrizal shock saat pertama kali terjun bersama istrinya menjadi pedagang di pasar tanah abang. Bagaimana tidak, ia pun harus mengangkat-angkat barang dagangan miliknya. Tentulah ini kehidupan yang 180 derajat berbeda ketika ia menjadi tenaga profesional di perbankan. Bukan Syafrizal kalau niatnya terjun menjadi pedagang tak totalitas. Gigih berjuang dan tak kenal lelah terus ia lakukan sampai usahanya yang dibangun beserta istri itu mencapai sukses.
Sampai di suatu hari, ia bertemu dengan salah satu mantan atasannya sesaat setelah melakukan ibadah. Obrolan seperti biasa yang dilakukannya dahulu terjadi begitu saja dengan atasannya itu. Kemudian tanpa basa basi atasannya itu mengajak dirinya untuk bergabung di bank tempat mantan bosnya bekerja. “Waktu itu ditawarin untuk join dengan iming-iming gaji, fasilitas, serta bonus melebihi bekerja di bank yang dahulu itu saya gawangi,” katanya. Seketika itu ia pun bimbang. Kembali ke dunia perbankan atau meneruskan usaha rintisan sang istri. Sebuah pertaruhan besar antara usaha menjadi entrepreneur atau karir di perbankan. Maklum, karena sudah terbiasa bekerja di bank, menjadikannya ia “rindu” situasinya. Ia pun tak ingin berlarut-larut dalam kebimbangan saat itu. “Istri dan anak-anak saya langsung saya mintakan saran saat itu juga,” tegas bapak tiga orang anak ini.
Perlahan, Ia menyampaikan kepada istri dan anak-anaknya. Dihadapkan dengan kondisi tersebut, istri beserta anak pertama dan kedua, “meridhoi” ayahnya untuk kembali ke dunia yang digelutinya dahulu. Namun tidak begitu pada anak ketiganya, “Ngapain papa balik ke bank lagi. Papa kan udah terbukti gedein bank, kenapa gak usaha ini dibesarkan juga?” katanya menirukan protes anak bungsunya. Protes anaknya itu, jelas mencubit kesadarannya seketika. Dengan tegas, akhirnya dirinya pun memilih membesarkan usaha sang istri.
Keseriusannya untuk melambungkan usahanya itu kian ia tekadi dengan mematenkan merek Kartina di bawah naungan Mario Group. Menggandeng mitra dan para agen menjadi strateginya. “Kami memang mengincar pasar segmentasi menengah ke atas. Maka dari itu, untuk meraih pasar itu kami memahami bahwa kualitas adalah yang dibutuhkan,” ungkapnya. Karena kualitas adalah kunci, tak sembarangan ia menerima mitra untuk membuatkan pakaian yang sesuai rancangan istrinya. Maklum, usahanya ini diawali oleh sang istri yang memiliki hobi mendisain pakaian kemudian dikembangkan bisnisnya oleh Syafrizal. Dan saat ini anak keduanya pun membantu bisnis keluarga agar semakin digdaya. Kini usahanya pun moncer, tiga ruko di Pasar Tanah Abang telah ia miliki dan satu ruko di Thamrin City.
Usahanya yang berkilau saat ini, tak lepas dari peran agen yang turut membesarkan Kartina. Sadar akan kontribusi agen, ia pun memahami bahwa hubungan relationship dengan agen merupakan jalinan kerjasama yang sangat krusial. Maka dari itu terbentuklan inisiatif untuk mengadakan gathering bersama-sama agen untuk saling bertukar pikiran. “Setiap tahun kami selalu mengadakan gathering bersama-sama agen. Biasanya di Bali,” ujarnya demikian. Di sisi lain, dalam menjalankan bisnisnya, ia pun masih memegang prinsip dan kearifan. “Dalam berbisnis, menurut kami adalah menjalankan sesuai syariah Islam adalah baik dan berkah. Seperti kami menjalankan bisnis hijab ini yang sesuai dengan tuntutan Islam,” tutupnya dengan senyuman.
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteBisa minta cp nya? Sy minat jd reseller.
ReplyDelete