Sunday, 8 December 2013

Berikhtiar Tumbuhkan Budaya Inovasi

Efek pertumbuhan ekonomi Indonesia nampaknya kian diperhitungkan dalam kancah internasional, meskipun ada beberapa pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Berdasarkan catatan dari Bank Indonesia periode Januari hingga September 2013 menunjukan pertumbuhan itu terlihat dari jumlah investasi asing yang terus mengalir deras hingga kuartal ketiga di tahun ini meskipun porfolio investasi menurun dari US$9.2 miliar menjadi US$8.0 miliar. Bahkan Indonesia di tahun 2012, pertama kalinya pernah tercatat di World Investment Report menjadi Top 20 Host Economies untuk Foreign Direct Investment (FDI). Tentulah pencapaian itu selain dari sisi regulasi yang mendukung, populasi masyarakat negeri ini pun turut berkontribusi mewujudkan ekonomi Indonesia yang berkembang. Tapi awas, jangan terlena dengan pertumbuhan investasi asing yang tak diiringi dengan pertumbuhan industri lokal. Jika larut dalam euforia itu, maka yang ada negeri ini terjebak dalam pertumbuhan semu.

Monday, 21 October 2013

Industri Rental Mobil Terus Melesat Raih Untung

Ceruk peluang bisnis bagi industri sewa mobil terus berkibar seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di Indonesia dan berimbas pada banyaknya perusahaan yang semakin besar. Alat transportasi pun semakin dibutuhkan untuk memudahkan mobilisasi demi kepentingan bisnis.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis rental mobil seolah tidak ada matinya, justru tiap tahun menunjukan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tentu saja berimbas pada nilai bisnis yang semakin menggiurkan sehingga menimbulkan banyaknya pemain baru yang bergerak di bidang ini. Apalagi berdasarkan data yang dihimpun, ada 1,5 juta unit kendaraan operasional perusahaan di Indonesia, 415 ribu unit merupakan mobil sewaan. Maka tak heran jika pertumbuhannya saat ini bisa dibilang sangat pesat dimana bisnis ini mengalamai kenaikan mencapai 35% setiap tahunnya.

Sunday, 29 September 2013

Memetakan Kembali Jagoan Merek Tanah Air

Sebagai negara yang terus tumbuh ekonominya, Indonesia menjadi pasar yang potensial sehingga kini telah banyak bermunculan merek-merek yang meramaikan jagad pasar negeri ini. Tak pelak, persaingan merebut hati konsumen untuk menggunakan produk atau jasanya kian kompetitif. Indonesia Best Brand Award (IBBA) kembali memetakan jawara merek di bidangnya.

Wajar, jika dalam persaingan, ada yang menang sebagai leader di bidangnya dan ada yang kurang beruntung dalam pencapaian marketnya bahkan ada pula yang belum sempat merasakan masa kejayaan. Tentulah kejadian-kejadian itu, menunjukan bahwa setiap merek harus bisa survive di pasaran. Kendatipun demikian, tidak lantas kemudian merek-merek yang unggul hanya berdiam diri dan menikmati masa jayanya, justru di posisi tersebut harus tetap waspada dengan melakukan inovasi-inovasi baru sesuai dengan kebutuhan para konsumen. Ya, artinya merek-merek itu harus bertarung mati-matian guna mempertahankan dan bahkan menancapkan secara kuat eksistensinya di pasar yang makin mapan. Sudah barang tentu, diperlukan racikan strategi yang mampu mengukuhkan merek seperti kekuatan channel, pricing strategy, strategi promosi, serta harus berjalan secara simultan dan terintegrasi.

Wednesday, 18 September 2013

Google Ciptakan Perusahaan Kesehatan

Teknologi memang tidak bisa dibatasi, inovasi bakal terus “digoyang” seiring kebutuhan yang akan membantu manusia. Mungkin saja khayalan Google bakal terwujud dan Anda pun akan merasakan betapa berharganya pengembangan teknologi ini. Ya, Google, rakasasa internet dunia ini dikabarkan akan mendirikan sebuah perusahaan baru yang bergerak di sektor kesehatan, Calico adalah nama perusahaan baru itu. Perusahaan baru ini akan dijalankan terpisah dari Google. Reuters menulis (18/09), perusahaan besutan Google ini akan bekerjasama dengan Apple Inc dan Genentech Chairman Art Levinson untuk mengembangkan teknologi yang berhubungan dengan penuaan.

Sunday, 25 August 2013

Pembelajaran untuk Diri Sendiri

Ada beberapa esensi menarik yang harus dipahami dan menjadi pelajaran untuk saya sendiri sekaligus pembaca. Sehingga saya meminta ijin dengan mencatumkan nama penulis serta sumber yang didapat. Berikut adalah tulisan dari Syafiq Basri Assegaff ini sengaja saya copy-paste tanpa mengutak-atik isi dari artikel.

Friday, 16 August 2013

Digital Advertising Buah Bibir Era Digital

Tidak bisa ditepis fakta bahwa arus informasi teknologi secara global terus berkembang. Digital advertising adalah bagian dari perkembangan dunia ICT yang kini menjadi buah bibir para praktisi industri periklanan, pengiklan, dan publisher. 

Mashable pernah memberitakan tentang pertumbuhan digital advertising secara global di Januari lalu. Data tersebut ditulisnya dari riset yang dilakukan oleh eMarketer yang menyebutkan bahwa belanja iklan digital skala global mencapai US$100 miliar di 2012. Bahkan proyeksi tahun ini akan tumbuh lagi mencapai sekitar US$118 miliar. Sementara berdasarkan data riset dari Google, NAA, dan PIB mengenai perbandingan pendapatan iklan yang didapatkan Google dan media cetak di Amerika Serikat sangat mengejutkan.

Pendapatan iklan yang diterima Google dari tahun ke tahun hampir menyamai dengan media konvensional.
Mereka pun melihat keunggulan yang dimiliki media baru ini yang bukan saja mampu menciptakan awareness bagi sebuah brand, melainkan dapat berinteraksi dengan konsumen dengan berbagai cara.  Menurut Group Digital Strategist dari Artek Group, Amin Azman, salah satu kekuatan iklan digital adalah mampu menjamah lebih spesifik target audience yang disasar dan mampu meningkatkan ‘engagement’  lebih lama.

Panasnya Belum Mencapai Titik Didih

Menilik kondisi geografis di Indonesia, potensi pemanfaatan untuk energi terbarukan sungguh luar biasa. Dari sekian sektor energi non fosil ini, salah satunya yang menjadi buah bibir saat ini adalah panas bumi. Siapa yang tak menggelengkan kepala manakala cadangan energi panas bumi di seluruh dunia 40% nya ada di negeri ini, tepatnya 29.000MW atau setara dengan 3GW. 

Melihat prosentase cadangan panas bumi ini yang dimiliki Indonesia, pemerintah pun lantas tak tinggal diam. Tahun lalu, pemerintah lewat Menteri ESDM, Jero Wacik mengeluarkan aturan feed in tariff terbaru pada Peraturan Menteri (Permen) nomor 22 tahun 2012. Hal ini terkait keinginan Jero di 2014 nanti sudah banyak listrik yang bersumber dari panas bumi.

"Sebanyak 40 persen geothermal dunia ada di Indonesia, dan sekarang sudah diekploitasi 6 persen. Saya mengharapkan di 2014 angkanya bertambah,” tegasnya dari media lokal.

Dengan ditetapkannya harga baru ini, pemerintah mengharapkan adanya gairah para investor untuk turut berkontribusi menumbuhkan angka pada ekplorasi energi ini nantinya. Sekitar November lalu, PLN telah melakukan perjanjian untuk meningkatkan rasio energy mix melalui pembangunan pembangkit energi baru dan terbarukan dengan PT Supreme Energy Rantau Dedap. Nantinya, diharapkan PLTP Rantau Dedap 2x110MW ini akan dapat menghasilkan 1734,5GWh per tahun. Unit 1 direncanakan akan beroperasi secara komersial pada Januari 2017 dan beroperasi penuh (Unit 1 & 2) pada Maret 2017.