Tuesday, 29 April 2014

Pengelolaan Produk Halal Indonesia yang Masih Main-Main

Produk halal menjadi lahan basah bagi pengusaha makanan dan minuman di seluruh dunia. Nilai pasar global untuk perdagangan produk halal ini diperkirakan sebesar US$547 miliar per tahun. Pemerintah Malaysia menanggapinya dengan akan mengeluarkan sertifikat halal bertaraf internasional dan menggalakkan produk-produk buatannya agar bersertifikat. Sementara Indonesia, kurang serius menanggapinya.

Nilai pasar produk halal diprediksi akan terus bertambah. Menurut Hamid Badawi, Deputi Chief Executive dari UEA Al Islami Foods, permintaan global untuk makanan halal bakal terus meningkat sebesar 20 persen pada tahun 2025. Prediksi itu diperkuat dengan analisis yang memproyeksikan pasar ini memiliki rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk (Compounded Average Growth Rate-CAGR) sebesar 4,44 persen selama periode 2012-2016.

Wednesday, 23 April 2014

Lemahnya Cyber Security Indonesia

Dunia semakin tak berbatas. Semua orang bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di berbagai negara. Pemilu, konflik, ekonomi, maupun pasang surut bisnis. Semuanya bisa diketahui. Yang berbahaya adalah bila ada rekayasa data melalui pembocoran keamanan dunia maya oleh para peretas atau hacker.

Aksi kriminalitas seperti pencurian data-data penting sebuah negara, melumpuhkan situs-situs pemerintah, atau sekadar menyadap percakapan pemangku kepentingan adalah contohnya. Hal ini tentulah membuat geram pemerintahan di seluruh dunia.

Sunday, 20 April 2014

Butuh Sinergi Agar Inovasi Teknologi Tak Sia-sia

Sudah menjadi rahasia umum ketika Indonesia hanya mengandalkan sumber daya alam yang semakin lama semakin tergerus. Sementara kemampuan industri untuk menciptakan inovasi-inovasi baru terkait teknologi dirasa sangat minim.

Berbagai pandangan tentang inovasi rasanya masih dianggap tak terlalu penting, toh hasil dari inovasi negeri ini tak terlalu membanggakan. Lebih baik membeli dari luar kemudian diimplementasikan di dalam negeri atau bahkan teknologi yang sudah ada dipoles sana-sini.

Tuesday, 15 April 2014

Harapan Retno Pada Butik Kecilnya

Hari itu wajah Retno terlihat sumringah. Entah gerangan apa yang membuatnya nampak bahagia. “Hari ini saya sedang bahagia, Mas,” katanya sambil tersenyum. “Akhirnya, ada yang melirik juga,” lanjutnya kemudian. Wanita muda berparas ayu itu adalah seorang entrepreneur yang sedang memperjuangkan bisnisnya untuk mendapatkan dana segar dari acara yang diikutinya. Selepas meluapkan kegembiraannya, gadis asal Jawa Timur itu terlihat sibuk mengangkat telepon genggamnya dengan rona penuh kebahagiaan. “Butik kita, dapat dana segar sekaligus coaching!,” ungkapnya senang kepada orang yang berada di ujung seberang sana. Kembali ia mendekat dan menceritakan tentang bisnis yang sedang digelutinya pasca menutup pembicaraan dengan orang yang berada di seberang sana. “Butik yang saya kerjakan itu selalu ada inovasi baru yang kreatif dan customize sehingga mungkin para venture capital tertarik dengan bisnis ini,” paparnya merendah. Dengan melakukan hal yang berbeda dan kreatif, katanya, akan memberikan nilai tambah bagi sebuah produk.

Monday, 14 April 2014

Pekerjaan Rumah Presiden Baru

Arah kebijakan baru Indonesia akan dimulai tahun ini hingga lima tahun mendatang. Tak sedikit yang menduga-duga, akan dibawa kemana negeri ini pada 2014-2019? Beragam ekpektasi kemudian bermunculan, termasuk kebijakan baru di ranah ekonomi.

Dalam diskusi "Menyongsong Peta Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia" di Jakarta (7/04/2014) lalu, Menteri Keuangan, Chatib Basri optimistis jika pemerintahan baru mendatang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6,1 persen, jika kebijakan yang dilakukan tepat dan meningkatkan pembangunan infrastruktur.

Tuesday, 1 April 2014

Mantan Bankir, Sukses Nahkodai Kartina

Mungkin nama Kartina – brand kerudung - belum semasyhur merek-merek lain yang sama. Namun, kini Kartina tumbuh menjadi brand yang diperhitungkan. Kesuksesannya tak lepas dari besutan disain Kartina Elfa yang unik namun cocok dipakai. Meskipun demikian, ada sosok yang terus melambungkan bisnisnya hingga sekarang. Dia adalah Syafrizal, suami Kartina Elfa.

Berjas, berdasi, dan serba rapih itulah gambaran Syafrizal di 20 tahun yang lalu. Status bankir masih melekat dalam dirinya. Tak tanggung-tanggung pria kelahiran Sumatera Barat ini pernah didapuk menjadi pimpinan cabang di sebuah bank swasta. Namun kini dia tak menjabati status prestis itu lagi, pedagang menjadi “status baru” pasca memutuskan berhenti dari kantornya. Lama di dunia perbankan dengan jabatan mentereng dan serba praktis, Syafrizal shock saat pertama kali terjun bersama istrinya menjadi pedagang di pasar tanah abang. Bagaimana tidak, ia pun harus mengangkat-angkat barang dagangan miliknya. Tentulah ini kehidupan yang 180 derajat berbeda ketika ia menjadi tenaga profesional di perbankan. Bukan Syafrizal kalau niatnya terjun menjadi pedagang tak totalitas. Gigih berjuang dan tak kenal lelah terus ia lakukan sampai usahanya yang dibangun beserta istri itu mencapai sukses.