Mungkin nama Kartina – brand kerudung - belum semasyhur merek-merek lain yang sama. Namun, kini Kartina tumbuh menjadi brand yang diperhitungkan. Kesuksesannya tak lepas dari besutan disain Kartina Elfa yang unik namun cocok dipakai. Meskipun demikian, ada sosok yang terus melambungkan bisnisnya hingga sekarang. Dia adalah Syafrizal, suami Kartina Elfa.
Berjas, berdasi, dan serba rapih itulah gambaran Syafrizal di 20 tahun yang lalu. Status bankir masih melekat dalam dirinya. Tak tanggung-tanggung pria kelahiran Sumatera Barat ini pernah didapuk menjadi pimpinan cabang di sebuah bank swasta. Namun kini dia tak menjabati status prestis itu lagi, pedagang menjadi “status baru” pasca memutuskan berhenti dari kantornya. Lama di dunia perbankan dengan jabatan mentereng dan serba praktis, Syafrizal shock saat pertama kali terjun bersama istrinya menjadi pedagang di pasar tanah abang. Bagaimana tidak, ia pun harus mengangkat-angkat barang dagangan miliknya. Tentulah ini kehidupan yang 180 derajat berbeda ketika ia menjadi tenaga profesional di perbankan. Bukan Syafrizal kalau niatnya terjun menjadi pedagang tak totalitas. Gigih berjuang dan tak kenal lelah terus ia lakukan sampai usahanya yang dibangun beserta istri itu mencapai sukses.
Tuesday, 1 April 2014
Wednesday, 26 March 2014
Kendaraan Niaga Bergeser Pasar
Nampaknya mega proyek besutan pemerintah Indonesia melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I) serta infrastruktur memberikan semangat bagi para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah perusahaan otomotif yang bermain di segmen kendaraan niaga. Di tahun lalu, banyak yang memprediksikan bahwa kendaraan niaga akan mengalami pertumbuhan permintaan yang diperkirakan menyentuh angka 5,8 persen pada akhir 2013. Meskipun demikian, tidak serta merta pertumbuhan kendaraan niaga tidak ada tantangan di tahun ini. Rangkaian tantangan pun menghadang, namun kenaikan profit tak bisa direvisi. Oleh karenanya, demi mempertahankan bisnisnya di tahun ini, maka produsen kendaraan niaga pun cepat-cepat meracik strategi lagi dengan menggeser target konsumen utama mereka. Mengapa demikian? Bergesernya market ini, disebabkan lantaran bisnis pertambangan riskan terhadap keadaan pemilu, depresiasi rupiah terhadap dolar AS, tingginya suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi RI.
Tuesday, 18 March 2014
Keinginan Itu Hanya Sekadar Maket
Entah kabar buruk atau kabar gembira bagi Anda. Namun, berita ini bagi saya cukup tidak mengenakan. Baru-baru ini Knight Frank – sebuah lembaga konsultan dan riset properti dunia – merilis perkembangan harga rumah dalam The Global House Price Index 2013. Dalam laporannya itu, negeri tercinta ini menduduki nomor tujuh dari 56 negara. Bagaimana menurut Anda? Pantas saja banyak orang yang berbondong-bondong berinvestasi di ranah properti. Menurut data yang dirilisnya itu, merangkak naiknya harga rumah Indonesia mencapai 11,5 persen sepanjang tahun lalu.
Monday, 10 March 2014
BGR Siap Bersaing
Sebagai perusahaan plat merah di sektor logistik, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) terus menunjukan peningkatan kerja yang signifikan meskipun persaingan bisnis di industri ini semakin kompetitif.
Sunday, 23 February 2014
Hiruk Pikuk Hasil Perut Bumi
Di akhir tahun lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Jero Wacik nampak kesibukannya bertambah. Mondar-mandir rapat bersama anggota DPR RI komisi VII, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Hatta Rajasa, Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, dan para pengusaha tambang di negeri ini. Maklumlah, kala itu memang sedang ramai diperbincangkan gagasan pemerintah melanjutkan amanah dari Undang-undang No. 4 tahun 2009, Peraturan Menteri (Permen) ESDM tahun 7 Tahun 2012, dan No 11 Tahun 2011, Pemerintah pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUPK operasi produksi wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan di dalam negeri.
Tuesday, 4 February 2014
Indonesia, Juara Kedua Penjualan B2C Online Se-Asia Pasifik
Siapa tak menyangka bila Indonesia menjadi urutan kedua setelah China sebagai negara penjulan ritel online se-Asia Pasifik. Ya, data ini berdasarkan survei e-marketer. Dari tahun 2012 hingga 2013, pertumbuhan penjualan B2C online di China dan Indonesia meraup lebih dari 70 persen. Nampak tak mau kalah dengan negara adidaya Amerika Serikat, prediksi survei itu meramalkan negeri pimpinan Barack Obama itu akan 'digilas' China pada 2016. Tahun ini Cina akan menguasai 6 dari 10 dollar yang dikonsumsikan oleh masyarakat di kawasan Asia Pasifik. Sementara konsumsi ritel secara online di Indonesia sendiri berhasil menembus angka $1,8 miliar di tahun 2013 dan diperkirakan bakal meningkat menjadi $2,6 miliar sepanjang tahun 2014.
Tuesday, 28 January 2014
Penggunaan e-Money, Perkuat Indonesia Hadapi AEC 2015
Asean Economic Community (AEC) segera berlangsung. Penguatan terhadap sistem pembayaran yang baik serta transaparan dapat menjadi benteng yang kokoh dalam menghadapi gelombang baru AEC. Kecepatan inovasi teknologi semakin melesat di beberapa tahun ini. Menghasilkan beragam inovasi yang menjadi tren dan mempermudah aktivitas manusia. E-money, misalnya. Tak mengherankan jika dunia kini tengah ramai mengembangkan produk e-money ini. Apa pasal? Semenjak kesuksesan Jepang dengan Osaifu atau Kenya melalui M Pesa, seakan dunia membuntuti kedigdayaan mereka dengan terobosan yang tak kalah hebat. Ada beberapa faktor yang sesungguhnya menjadi pondasi mengapa e-money diperlukan. Pertama, cash less society yang menjadi cita-cita dan pengelolaan uang tunai yang membutuhkan dana besar bagi penyedia. Kedua, sudah barang tentu kemudahan saat bertransaksi micropayment bagi pengguna.
Subscribe to:
Posts (Atom)